Selasa, 16 Maret 2010
10 Keajaiban Geologis
Kalau ini sih sering di kunjungi dan di foto-foto in. berada di Navajo Land, dekat Page, Arizona di Amerika Selatan.
berada di jarak 60 mil dari kota Belize. lingkaran yang berdiameter 0.4 kilometer. tempat yang enak untuk diving. dalamnya sekitar 480 kaki atau 145 meter. karena kedalamannya itulah warna nya jadi biru tuaBisa di liat video dimana seorang penyelam menemukan tubuh penyelam lainnya yang mati terkapar di dasar great blue hole ini. masih lengkap dengan kostum diving juga tabung oksigennya.
Berada di baratdaya gurun sahara. berdiameter 30 mil sehingga terlihat jelas dari angkasa. bentuknya yang bulat itu masih merupakan misteri.coba ke google earth dan ketik “Mauritania”, pasti langsung keliatan Eye of Sahara ini!
Biasa disebutkan “the door to hell”. terletak di dekat kota kecil, Darvaz. 35 tahun yang lalu, tim geologis sedang menggali untuk mencari sumber gas. namun yang mereka temukan adalah sebuah goa besar yang berapi. dikirakan goa ini akan terus membakar gas selamanya.Dan ini adalah pintu masuk rumahnya.
luasnya mencapai 50 kilometer persegi. terletak di Bohol, Filipina.Itulah sepuluh keajaiban geologis didunia, tambahin lagi indonesia punya dan australia
Ini green canyon not Grand Canyon
Danau tiga warna di puncak kawah Gunung Kelimutu yang menjadi salah satu dari keajaiban dunia ini, benar-benar mempesona dengan keindahan dan misteri yang tersimpan di puncak gunung setinggi 1.690 meter di atas permukaan laut itu.Mungkin pada saat ini warna2nya sudah berubah akibat tangan2 jahil manusia.Itu foto diambil tahun 1929 kalo sekarang mah gak tau .
AL-QURAN yg berusia 100 tahun
AL-QUR’AN sebagai satu mukjizat .
Di dalam rumah seorang muslim bernama En. Md. Farooq, penduduk Tappachabutra, Hyderabad,
Rayap telah memakan sebuah AL-QURAN yg berusia 100 tahun….
keseluruhan KULIT naskah Al Qur’an dan KOTAK yang melindungi AL Quran tsb telah Rusak karena dimakan oleh Rayap
Juga termasuk Tulisan Terjemahan AL QURAN TERSEBUT KE DALAM BAHASA URDU’…..
YANG MENAKJUBKAN adalah….
Rayap tersebut TIDAK MENYENTUH ‘HURUF-HURUF ASLI AL-QUR’AN YG BERTULIS DALAM BAHASA ARAB’……. .!
Minggu, 14 Maret 2010
Besi tidak diciptakan di Bumi
Badai Matahari Bukan Penyebab Kiamat
Badai Matahari 1 Sept 1859
Melansir pemberitaan Daily Mail, dikisahkan Carrington mencatat titik cahaya terang yang merupakan awan plasma menuju ke bumi. Sekitar 48 jam kemudian dampaknya mulai terasa luar biasa.
Miliaran aurora menyinari langit malam di bumi. Cahayanya sungguh kuat sehingga membuat kita mampu membaca di tengah malam.
Sementara itu, di California, sekelompok pekerja tambang emas bangun lebih awal dari biasanya akibat cahaya terang yang mereka sangka sudah pagi hari.
Padahal, jam di saat itu menunjukkan pukul 2 dini hari. Sejumlah operator telegraf menerima kejutan listrik tak beraturan, akibat arus listrik matahari menghantam jaringan telekomunikasi. Saat itu dunia seakan-akan bermandikan listrik.
Menurut laporan New Scientist, badai matahari atau solar storm adalah siklus kegiatan peledakan dahsyat dari masa puncak kegiatan bintik matahari (sunspot), biasanya setiap 11 tahun akan memasuki periode aktivitas badai matahari.
Ilmuwan Amerika memperingatkan bahwa pada tahun 2012 bumi akan mengalami badai matahari dahsyat (Solar Blast), daya rusaknya akan jauh lebih besar dari badai angin “Katrina”, dan hampir semua manusia di bumi tidak akan dapat melepaskan diri dari dampak bencananya.
Daniel Becker dari University of Colorado seorang ahli cuaca angkasa menjelaskan, sekarang ini kita semakin dekat dengan kemungkinan bencana, jika manusia tidak dapat mempersiapkan diri datangnya badai matahari.
“Badai matahari mungkin akan memutuskan pasokan listrik umat manusia, sinyal ponsel, bahkan termasuk sistem pasokan air,” jelasnya. (nt)
Sungai di bawah laut
Senin, 08 Februari 2010
Paus Narwhal, Ikan Paus yang Mempunyai Tanduk
Narwhal (Monodon monoceros) adalah nama salah satu paus yg paling tidak diketahui manusia. Nama “narwhal” berasal dari bahasa Norse Kuno yg berarti “paus mayat“. Nama itu diberikan karena kebiasaannya yg kadang-kadang berenang tak bergerak di permukaan laut dengan posisi perut menghadap ke atas dan warna tubuhnya yg bertotol-totol kelabu seperti pelaut yg tenggelam. Mereka diketahui hanya hidup di seluruh perairan Kutub Utara, tepatnya di Samudera Arktik. Narwhal adalah paus bergigi dan termasuk karnivora yg memakan hewan-hewan laut seperti ikan, udang, atau cumi-cumi.
Narwhal (Monodon monoceros), atau paus bertanduk yang hidup di perairan kutub utara
Tanduk spiral narwhal yang misterius ternyata berfungsi sebagai sensor raksasa yang membantunya mengetahui kualitas air dan untuk “mencium” narwhal lainnya.
Tanduk paus narwhal yang panjangnya bisa mencapai 2,4 meter itu telah sejak lama menjadi teka-teki para ahli alam dan pemburu. Penjelasan mengenai fungsinya pun seringkali menimbulkan perdebatan, begitu kata Dr. Martin Nweeia, seorang peneliti Harvard School of Dental Medicine.
Menurut Nweeia, tanduk tersebut sepertinya memiliki kemampuan penginderaan hidrodinamik. Ia mengungkapkan hal ini dalam prsentasi di Konferensi mengenai Biologi Mamalia Laut di San Diego.
Narwhal (Monodon monoceros) adalah sejenis paus yang termasuk sangat langka. Panjang tubuhnya mencapai 4 hingga 4,5 meter, dan kebanyakan dijumpai di perairan lautan Artik sekitar Kanada, tapi kadang juga terlihat jauh ke timur hingga Rusia.
Tim Nweeia menemukan bahwa tanduk narwhal serupa dengan membran dengan permukaan yang amat sensitif. Ada sekitar 10 juta saraf yang terhubung ke permukaan tanduknya, guna mendeteksi perubahan suhu, tekanan, dan kadar garam air.
“Tidak ada sesuatu yang sebanding dengannya di alam dan tak ada yang lebih unik dari tanduk narwhal dalam hal bentuk, kenampakan, dan fungsinya.”
Setiap paus narwhal (Monodon monoceros) juga menggunakan suara untuk berkomunikasi satu sama lain seperti halnya lumba-lumba atau ikan paus lainnya. Bahkan, masing-masing kemungkinan memiliki suara unik yang juga menunjukkan identitasnya.
Para ilmuwan telah lama mengetahui bahwa mamalia laut menggunakan sinyal suara untuk berkomunikasi satu sama lain di dalam air. Penelitian terakhir bahkan menunjukkan bahwa paus punya dialek.
Namun, belum banyak penelitian yang mempelajari identitas suara seperti yang diguankan paus narwhal. Para penelitinya yakin paus narwhal menggunakan suara untuk mengenali sesamanya dan membedakan satu individu dengan individu lainnya.
Hal tersebut disimpulkan para ilmuwan setelah mempelajari suara tiga ekor narwhal di Teluk Admiralty di Pulau Baffin, Kanada. Mereka menggunakan perekam elektronik yang ditempel di badan mamalia raksasa tersebut.
“Untuk pertama kalinya, kami benar-benar dapat mengikuti hewan tersebut kapan saja mereka bersuara dan ke mana saja mereka bergerak,” kata Ari Shapiro dari the Woods Hole Oceanographic Institution.
Meskipun salah satu alat perekamnya hilang, dua yang tersisa telah menunjukkan bentuk suara yang berlainan, berupa suara siulan dan denyutan. Shapiro menunjukkan bahwa kedua jenis suara bukanlah sinyal yang dipakai untuk bertukar informasi mengenai sumber makanan, tapi sekedar menunjukkan identitas individu dalam komunikasi sosial.
Apa yang dilakukan paus narwhal mirip dengan lumba-lumba hidung botol yang juga mengeluarkan suara siulan untuk berkomunikasi. Meskipun data-data mengenai komunikasi di antara paus narwhal masih minim, para ilmuwan yakin ia memiliki pendengaran yang sangat peka seperti halnya paus lainnya.
Mereka rutin melakukan migrasi hingga ribuan kilometer dan berkelompok. Maka dengan suara yang berbeda-beda, masing-masing dapat membedakan individu dalam kelompoknya atau kelompok lainnya. Hasil penelitian ini dimuat dalam Journal of Acoustical Society of America edisi September 2006.
Sumber: Kaskus.us






