Minggu, 14 Maret 2010

Badai Matahari 1 Sept 1859

Tanggal 1 September 1859 pagi, seorang astronom terkenal Inggris Richard Carrington yang tengah mempelajari permukaan matahari menggunakan teleskop sempat terperanjat. Ia melihat kilatan cahaya terang keluar dari permukaan matahari. Tanpa diketahuinya, pada hari itu telah terjadi badai matahari yang diprediksikan dunia akan terulang kembali pada 1 September 2012.

Melansir pemberitaan Daily Mail, dikisahkan Carrington mencatat titik cahaya terang yang merupakan awan plasma menuju ke bumi. Sekitar 48 jam kemudian dampaknya mulai terasa luar biasa.


Miliaran aurora menyinari langit malam di bumi. Cahayanya sungguh kuat sehingga membuat kita mampu membaca di tengah malam.


Sementara itu, di California, sekelompok pekerja tambang emas bangun lebih awal dari biasanya akibat cahaya terang yang mereka sangka sudah pagi hari.


Padahal, jam di saat itu menunjukkan pukul 2 dini hari. Sejumlah operator telegraf menerima kejutan listrik tak beraturan, akibat arus listrik matahari menghantam jaringan telekomunikasi. Saat itu dunia seakan-akan bermandikan listrik.


Menurut laporan New Scientist, badai matahari atau solar storm adalah siklus kegiatan peledakan dahsyat dari masa puncak kegiatan bintik matahari (sunspot), biasanya setiap 11 tahun akan memasuki periode aktivitas badai matahari.


Ilmuwan Amerika memperingatkan bahwa pada tahun 2012 bumi akan mengalami badai matahari dahsyat (Solar Blast), daya rusaknya akan jauh lebih besar dari badai angin “Katrina”, dan hampir semua manusia di bumi tidak akan dapat melepaskan diri dari dampak bencananya.


Daniel Becker dari University of Colorado seorang ahli cuaca angkasa menjelaskan, sekarang ini kita semakin dekat dengan kemungkinan bencana, jika manusia tidak dapat mempersiapkan diri datangnya badai matahari.


“Badai matahari mungkin akan memutuskan pasokan listrik umat manusia, sinyal ponsel, bahkan termasuk sistem pasokan air,” jelasnya. (nt) 

sumber: http://www.equator-news.com/index.php?mib=berita.detail&id=15712# 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar